Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Tuhan Tunjukkan Jalan

Sekali lagi Tuhan tunjukkan, jika menaruh pengharapan kepadamu adalah sia-sia. Tanpa sadar hatiku sudah terlalu dalam menaruh harap. Tuhan timpakan pedihnya pengharapan namun aku seolah tuli dan buta. Tepat setelah munajatku "ya Allah berikanlah petunjuk jalan yang terbaik," hatiku yakin seyakinnya semua luka ku, adalah ptunjuk agar aku berhenti terhadap mu. Setidaknya untuk saat ini karena Allah sayang kita. Pacaran bukanlah jalan kita. Bismillah aku bisa melupakan harapan itu.

Skripsweet [1]

Skripsweet Yep! Skripsi itu manis banget. Saking manisnya kadang lo sampe ngerasain pait pait gimana gitu. Kadang bisa seharian ngga keluar kamar karena fokus nulis, even di tengah2 lu nulis lu tiba2 stuck, bingung gitu mau nulis apa. Tapi itu manis banget. Itu setelah data lu udah fixed. Pas data lu belum fixed lu galau setengah idup, seharian kadang ga keluar kamar. Keluar sih itupun buat ke toilet doang atau ambil wudu buat solat. Makan? Ngga nafsu. Main sosmed? Ngga minat vroh. Serius deh. Kadang temen kosan lu yang seangkatan sekampus pula, ketawa dikamarnya gegara acara tv, lu malah jadi berasa pengen nangis. Lo ngerasa sendirian. Hahaha seriusan deh. Tapi manis banget tau kalo lu lagi sedikit santai. Barang setengah jam aja. Lo diem tuh, ngga buka skripsi, cuma nontonin drama korea yang lagi in. Trs lo berasa rilex banget di tiga puluh menit itu. Lo ngerasa... Ummm i can't describes about it tau ga, pokonya rilex bgt. Lo jd mikir, ini seninya nyekripsi vroh sist. Lagi,...

Bukan Cerita Galau

Aku kira aku sudah melupakan semuanya. Melupakan pahitnya ditinggalkan tanpa sepatah kata perpisahan. Melupakan manisnya kenangan bersamamu. Aku kira aku bisa melangkah jauh di depanmu. Meninggalkanmu untuk menemukan seseorang yang baru. Nyatanya, aku sama sekali tak bergerak. Aku berjalan namun tetap di tempat. Aku berlari namun kembali menoleh. Tulisan ini bukan curhatan galau ku. Kau tahu kan aku pehobi menulis. Tulisan ini adalah jalanku menyalurkan hobi. Beruntung saja kita bertemu kemarin, alhasil kau lah yang menjadi objek tulisanku malam ini.

Pertemuan Sekian Detik

Aku tak yakin perasaan ini adalah sakit hati. Mungkin ini adalah kecewa? Entahlah. Yang pasti, ada perasaan sedih di dalam sana, ketika mataku menangkap sosokmu. Nyatanya, kau juga menangkapku. Meski hanya sekian detik. Oh bahkan aku terlalu fokus bagaimana caranya menemukanmu dan ketika radarku menemukanmu aku sungguh bahagia hingga tak menghitung waktu itu. Namun, seperti yang ku katakan, aku sedih. Ada sesuatu di dalam sana yang mengusikku. Berbagai macam tanya. Kau membenciku? Hingga memalingkan wajah ketika menangkapku? Atau mungkin.. Kau bingung harus bersikap bagaimana? Atau mungkin.. Kau tak membenciku, kau hanya ingin benar2 menepikanku? Jika benar.. Tidak tuluskah rasamu selama ini? Jika tidak.. Ah! Aku terlalu banyak berspekulasi. Yang pasti, aku sedih ketika melihatmu yang tak bersemangat. Ada apa? Kenapa? Tak berniatkah kau menceritakan masalahmu itu? Ingin rasanya semua pertanyaan itu ku tanyakan langsung kepadam...