[CHAPTER 2] AKU, KAMU DAN BENTENG TAK TERJAMAH
Baca Sebelumnya.. 5 Mei 2014 Pagi yang cerah, semburat kuning matahari timur mulai nampak. Nia sudah siap untuk berangkat ke polda. Hari ini ia harus melakukan tes potensi akademik. Well, ia merasa bersyukur bisa melanjutkan perjuangan hingga ke tahap ini. Namun, ada yang membuatnya sedih dan kurang bersemangat. Ana. Sepupunya tak lolos hasil tes psikologi dan kesehatan jiwa. Ana pun meningglakan rumah Nia semalam. Tanpa pamit. Itu yang membuat Nia sedih. Ponselnya masih belum aktif hingga subuh tadi. “Dek, sudah siap?” tanya Zul mengetuk pintu kamar Nia. “Tunggu sebentar. Jangan masuk! Aku akan segera keluar,” kata Nia sedikit berteriak dari dalam. Zul memang beberapa kali memasuki kamar Nia tanpa izin dan itu membut Nia risih. Cekcok setiap pagi seperti sudah sarapan wajib bagi Nia. *** Pintu aula sudah dibuka sejak beberapa saat lalu, para casis dipersilahkan memasuki aula ruangan tes. Rifal sedikit berlari mengejar seseorang yang ia lihat sekilas. “Hai..” kata Rifa...