First-Last Anniversary

Disebuah taman dalam kawasan suatu kampus, disini Titho dan teman-temannya sedang duduk sambil mengobrol membicarakan obrolan ringan, seperti tugas kampus, pacar, sampai hobi favorit mereka yaitu gaming.
Sampai tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama sang pacar, Rachel.
“Iya, halo?” Sapa Titho mendahului.
“Halo, ada dimana sayang?”
“Ini masih dikampus, lagi duduk-duduk sama temen-temen, kenapa sayang?”
“Oh.. Sayang, nanti malam kita jalan yuk?” Ajak Rachel kepada sang kekasih.
“Kemana?”
“Ketaman kompleks rumahku, mau ya?”
“Lihat nanti ya,”
“Ayo dong sayang, aku mau kasih sesuatu sama kamu, lagian siapa tahu ini dating kita yang terakhir.” Rachel mencoba kembali membujuk Titho.
“Maksud kamu apa bilang begitu?” Titho terkejut dan dia tidak suka dengan ucapan Rachel.
“Loh, kan sebentar lagi kamu masuk semester akhir sayang, pasti bakal sibuk banget bikin skripsi kan? Aku gak mau ganggu kamu dengan ngajak-ngajak dating begitu.” Kata Rachel menjelaskan.

“Oh begitu, ya udah nanti malam, kita dating..
“Ok, aku tunggu jam 7 ya sayang,”
“Ok, love you,”
“Love you too,” Tut tut tut. Telepon pun terputus.
***
Malam harinya, Rachel sudah bersiap untuk pergi ke taman kompleks yang mereka janjikan tadi siang.
“Dek, mau kemana lo?” Tanya Andre, kakak Rachel.
“Eh bang Andre, gue mau ke taman kompleks bang..”
“Ngapain malem-malem ke taman kompleks, sepi loh disana, bukan satnight kan ini..” Kata Andre mencoba mencegah adik kesayangan nya.

“Gue mau merayakan first anniversary sama Titho bang hehehe..” Rachel menjawab sambil cengengesan.
“Oh.. sama Titho, yaudah lo hati-hati ya, mau abang antar?”
“Eh gak usah bang, gue berani ko..”
“Yaudah pergi sana, hati-hati ya dijalan, jangan balik malem-malem,”
“Siap komandan!!”
Rachel pun pergi menuju taman kompleks, dengan membawa kotak berisikan figura sedang yang didalamnya berisi foto dirinya dan Titho dan beberapa kata-kata romantis yang sengaja ia tulis sendiri kemudian dia tempel disebuah media berbentuk hati yang berada didalam kotak yang sama dengan figura tersebut.
***
Rachel sudah tiba di taman kompleks rumahnya, benar yang dikatakan Andre, taman kompleks sepi karena bukan malam minggu, hanya ada beberapa pasang muda-mudi yang tengah duduk-duduk sambil menikmati suasana malam.
Sementara ditempat lain, Titho tengah berkumpul bersama teman-teman nya, Titho memang seorang gamers sejati, setiap ada kesempatan pasti selalu menyibukkan diri dengan bermain game, awalnya ia berniat membunuh waktu menunggu jam tujuh malam, tapi karena terlalu asik bermain game Titho sampai lupa kalau dirinya ada janji dengan Rachel sang kekasih. Berkali-kali handphone nya berdering, namun hanya satu nama yang muncul yaitu Rachel. Panggilan pertama ia abaikan, panggilan kedua ia reject, kemudian masuk satu SMS dari Rachel tapi dia abaikan, kembali handphone nya berdering, panggilan ketiga ia reject dan kemudian dia memode diamkan ponselnya dan ia kembali menyibukkan dirinya bermain game bersama teman-temannya hingga larut dan bahkan sampai dia tertidur dirumah temannya tersebut.
***
Keesokan harinya ia terbangun ia masih berada dirumah temannya, setelah selasai mandi dan sarapan, ketika seorang temannya membicarakan soal pacarnya, Titho baru teringat kalau dia ada janji dengan Rachel semalam. Setelah pamit pada beberapa temannya Titho pun melajukan mobilnya munuju kompleks perumahan Rachel.
Sampai didepan rumah sang pacar, dia melihat banyak sekali orang, kemudian setelah dia melangkah masuk kehalaman rumahnya ada bendera kuning di salah satu pondasi rumahnya, pikiran nya mulai paranoid. Siapa yang meninggal? Pikirnya dalam hati.
Ketika memasuki rumah sang pacar, dia melihat Andre, kakak Rachel dan kedua orang tua Rachel menangis di depan sang mayat, Titho serasa dihantam oleh bom waktu yang begitu dahsyat, seluruh tubuhnya lemas mengetahui ternyata sang kekasihlah yang meninggal dunia.
Sambil terus terisak, Andre menjelaskan apa yang terjadi pada Rachel dan memberikan kotak hadiah untuk Titho beserta handphone milik Rachel, dia melihat panggilan terahir pukul 12.33PM dan nomor yang dituju adalah nomornya. Titho pun mengecek ponselnya dan ternyata ada 5 SMS dan 33 notifikasi panggilan masuk.
SMS Pertama 08.00PM
“Sayang kamu dimana? Telpon ku kok di reject?”
SMS Kedua 9.45PM
“Yang? Kamu dimana? Aku udah nunggu ditaman loh, sepi banget, takut.. L
SMS Ketiga 11.33PM
“Yang, ada dua orang yang perhatiin aku terus nih L, aku takut, kamu dimana?”
SMS Keempat 12.15PM
“Yang ternyata mereka berlima , sekarang mereka duduk di bangku sebelah, aku takut kamu dimana? L
SMS Kelima 12.35PM
“Yang tolong aku..”

Setelah membaca pesan singkat dan membuka kotak hadiah itu dan membaca tulisan di dalam figure ‘Happy 1st Anniversary my lovely’, Titho semakin lemas, dia merasa hancur, menyesal telah mengabaikan  Rachel dan melupakan janji mereka siang lalu. Ternyata Rachel hanya ingin merayakan first anniversarynya bersama Titho, Titho sangat menyesal mengabaikan Rachel malam itu, hanya karena keegoisan nya ia mengorbankan orang yang sangat disayanginya. Well, jangan menyia-nyiakan orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita selagi mereka masih ada disamping kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh