Perjumpaan Pertama
4 mei 2014, aku berkenalan dengan nya. Laki-laki cuek, dingin, dan terkesan angkuh. Aku melihatnya pertama kali saat kami sedang menjalani salah satu tahap tes mengikuti akademi. Dia duduk jauh di depan ku. Berbeda satu shaf dan -kurang lebih- delapan baris dariku. Gaya dan tatapan nya yang cuek membuat aku penasaran saat mata kami tak sengaja bertemu. Untuk beberapa kali kesempatan aku mencuri pandang kearahnya meskipun hanya punggung dan bagian belakang kepalanya yang ku lihat.
***
Ku lihat teman satu barisku yang cukup dekat denganku begitu akrab dengan laki-laki itu, sedikit malu-malu aku bertanya tentang laki-laki itu padanya. Dia menjelaskan, laki-laki itu teman satu sekolahnya. Teman akrabnya sejak awal mereka bersekolah di sekolah menengah yang sama. Dia juga menjelaskan kalau laki-laki itu begitu baik memperlakukan nya dan teman-teman yang dekat dengan nya. Mendengar ceritanya, aku semakin penasaran. Aku tidak bisa menutupi rasa penasaranku tentang sosok laki-laki itu, dengan sedikit ragu aku bertanya pada temanku tentang sikap laik-laki itu yang cuek saat mata kami pertama kali bertemu, tapi berbeda saat matanya bertemu dengan mata temanku itu, senyuman khasnya begitu saja terbentuk membuat sudut bibirnya terangkat. Temanku bilang, dia memang selalu seperti itu, terkesan angkuh. Namun, dia begitu baik jika aku sudah mengenalnya. Tanpa aku duga, temanku mengajak ku untuk berkenalan dengan laki-laki itu. Aku sempat menolak karena malu. Malu? Kenapa harus malu, kan hanya berkenalan, ah, mungkin aku mulai suka pada laki-laki itu setelah temanku menjelaskan dengan detail seperti apakah sosok laki-laki itu.
***
Akhirnya, tak lama setelah teman ku bercerita tentang laki-laki itu, ia bangun dari kursinya dan bilang akan membawa laki-laki itu kepadaku agar aku bisa berkenalan dengan nya. Shock. Bingung. Namun ada perasaan senang juga, saat temanku menyampaikan hal itu. Aku juga tidak berusaha menahan langkahnya untuk menghampiri laki-laki itu. Mataku terus mengekori gerak-gerik tubuh temanku, saat ia dan laki-laki itu sudah bersama, aku melihat ada sedkit perbincangan antara mereka. Kemudian, laki-laki itu menolehkan kepalanya kearahku dan sedikit tersenyum. Aku kembali terkaget dan bingung saat melihat laki-laki itu tersenyum kearahku dan sepersekian detik, aku melihat laki-laki itu bangkit dari kursinya dan sepertinya berjalan kearahku. Dengan segera aku menaglihkan pandanganku ke berbagai arah tak menentu, untuk menyembunyikan kegugupan ku.
***
"Hai.. boleh kenalan?" Sapanya untuk pertama kali. Aku tertegun beberapa detik mendengar suara beratnya dan menatapnya yang sudah tersenyum manis kearahku.
"Hai.. bo.. leh kok," Aku memberikan respon. Aku sangat gugup. Aku menyadari kegugupan ku, dan aku sangat malu.
"Bagas.." Katanya sambil mengulurkan tangan nya.
"Linda.." Kataku menjabat uluran tangan itu, ingin segera kulepaskan karena aku malu dia merasakan dingin nya telapak tangan ku menahan gugup.
Namun dia menahannya, kurasakan dia sedikit menggenggam tanganku dan memberiku kode mengulangi aku menyebutkan namaku. "Siapa?" Katanya. Setelah aku kembali menyebutkan namaku dan aku melihat -Oh-an dari gerak bibirnya aku segera menarik tanganku.
***
Setelah perkenalan itu kami sedikit berbincang, temanku entah dengan sengaja atau tidak meninggalkan kami berdua dengan alasan pergi ke toilet namun tak kunjung tiba. Saat kegiatan berbincang-bincang itu, aku hanya banyak diam dan menunduk. Malu. Aku merasa diriku begitu bodoh tidak bisa menutupi rasa gugup ku. Namun, benar yang temanku katakan, laki-laki itu baik, dia tidak angkuh, dia yang selalu mencoba mencairka suasana. Dia yang selalu membuat aku merasa nyaman berbincang dengan nya meskipun di awal perjumapaan kami. Dia yang dengan penuh kewibawaan nya juga bisa melucu dan membuatku tertawa dengan tidak malu-malu di hadapan nya. Aku juga mulai bisa menyeimbangkan obrolan kami karena sikapnya yang bisa membuat aku keluar dari zona gugup ku. Perbincangan kamipun berahir saat waktu istirahat kami berakhir, dan kami harus kembali melanjutkan aktivitas dengan tes tes selanjutnya hari itu.
***
Ya.. 4 mei 2014 adalah perjumpaan pertama kami, ku harap perjumpaan pertama ini akan berlanjut dengan perjumpaan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya...
***
Ya.. 4 mei 2014 adalah perjumpaan pertama kami, ku harap perjumpaan pertama ini akan berlanjut dengan perjumpaan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya...
Komentar