The Process of Hijrah

Assalamualaikum
Tepat kemaren,  aku membaca posting an temanku di fesbuk. Note sih lebih tepatnya  Ngga ada judulnya juga sih, cuma kalimat awalnya tuh bikin aku tertarik. 

Gini, "baca ya sampai habis, jangan malas baca." Note dia itu sebenernya udah sekitar sebulan yang lalu dia publish. Dan aku sempet liat juga sebulan lalunya itu. Tapi ngga aku baca hehehe. Aku buka doang kalimat-kalimat di paragraf pertama bahas soal perempuan islami gitu. Mungkin waktu itu setan setan ngegoda aku kali yah. Kata ustadzah aku, setan itu emang akan selalu ngegoda keturunan Adam sampe ke keturunan ter ter ter bawah nya. Dan mungkin saat itu keimanan aku masih di tahap terendah. Astaghfirullah. Kalo inget suka miris sendiri. Jadilah aku mengabaikan nasihat dari note itu Hehehehe.
Balik lagi ke note temen ku. Jadi, Alhamdulillah pas kemaren aku liat lagi note itu, aku tertarik banget dan aku baca notenya sampai habis. Walaupun panjang banget tapi aku enjoy aja bacanya. Dari note itu, Alhamdulillah aku banyak ambil nilai positif dan gimana sih jadi wanita muslimah yang sholehah.
Kata penulisnya, wanita muslimah yang sholehah itu, yang lebih mendahulukan akhirat nya dibanding dengan dunianya. Salah satunya dengan cara menikah di usia muda tentu jika sudah ada ikhwan yang dirasa sudah baik Ahlak dan Aqidahnya datang meminang. Satu poin dari bahasan menikah muda yang bikin aku tertarik banget itu soal Ta'aruf. Well, aku ini bukan ahli agama ko. Aku juga pernah khilaf, aku pernah pacaran empat kali selama usia ku 20tahun ini. Waktu aku dengan diriku di jaman nakal nakal nya aku, aku juga merasakan hal hal yang dinamakan sayang dan cinta kepada lawan jenis. Walaupun aku tahu di agamu ku, Islam, melarang yang namanya pacaran. Tapi ya itu, nafsu. Dan aku belum bisa mengendalikan nafsuku bahkan sampai aku menginjak 20 tahun. Astaghfirullah. Dan sempat selalu berpikiran kalau apa yang aku jalani ini tidak salah. Karena aku selalu menanamkan di dalam pikiran ku saat itu "kami pacaran ngga ngapai ngapain ko." Hemmmm...

Alhamdulillah, sekitar 2 minggu yang lalu, aku memutuskan hubungan pacaran yang ke 4 ku dengan laki laki yang menjadi " Partner " ku pacaran itu. Alasan ku saat memutuskan hubungan itu bukan karena terpikirkan soal hal hal yang berbau agama loh. Hanya karena ketidakpuasan ku mendapat perlakuan dari dia. Begitulah pikiran ku saat itu. Yaa aku merasa di abaikan. Aku juga sempat galau galau ngga jelas saat itu. Sempat juga menyimpan kesal dan sedikit benci kepada mantan " partner " ku. Padahal aku yang menginginkan berpisah. Itulah aneh. Balik lagi ke nafsu. Sebenarnya apa yang aku alami itu (galau galau ngga jelas) merupakan bisikan setan. Dan aku menyadari nya baru beberapa hari ini. Alhamdulillah Allah sudah menyadarkan aku. Hihihi.

Eeem setelah hal hal yang membuat aku hidup tidak karuan karena putus hubungan itu. Fyi, setelah putus aku sampai 2 hari ngga makan sama sekali. Ibadah pun ngga ikhlas cuma gerakan dan bacaan aja. Hati dan pikiranku entah kemana. Orangtua jelas marah. Tapi aku bukan tipe anak yang bisa terbuka kalau ada masalah. Aku takut membebani pikiran mereka. Cukuplah mereka pusing untuk memikirkan kerjaan kantor dan tanggung jawab hidup sebagai orangtua yakan. 

Nah, seminggu an setelah 2 hari aku ngga makan dan melakukan hal hal dengan sangat tidak ikhlas itu. Atau tepatnya dua hari yang lalu sebelum aku menulis ini, tiba tiba muncul di benakku apa aku udahan aja kali yah hidup begini, no more pacaran, fokus kuliah, fokus bahagian orangtua,  fokus untuk dan karena Allah, ga usah galau karna ngga punya pacar. Jalani hidup dengan lebih ikhlas. Daaaaaan ta'aruf lebih baik daripada pacaran. Alhamdulillah aku langsung mantap sama keputusan ku itu, keputusan yang idenya tiba tiba muncul. Dan bener, saat itu juga hari itu juga, aku coba buat lebih memfokuskan diri dengan lebih taat sama Allah. Rasanya beda banget. Hati aku jauh lebih tenang. Aku bisa lebih mengontrol gejolak hati. Jujur aku masih sempat teringat " partner " ku itu untuk beberapa kali. Tapi setiap kali teringat dia, aku selalu membesarkan hatiku untuk selalu lebih mengagungkan Allah. Karena cintaku pada pencipta ku harus lebih besar dibandingkan kepada ciptaannya. Selalu itu yang aku bilang pada diriku sendiri saat gejolak hati itu muncul. Alhamdulillah lagi aku bisa mengendalikan itu. Jadi ngga lagi aku ngerasain yang namanya galau galau itu. Setiap kali suntuk dan jenuh, aku berusaha untuk melawan malas dan rasa suntuk serta jenuh itu dengan membaca alquran. Alhamdulillah aku bersyukur Allah sangatlah sayang sama aku. Allah mengingat kan aku di usia ku yang ke 20 ini. 20 tahun itu menurutku usia baru. Masa kepala dua itu awal dari menjadi dewasa. Alhamdulillah aku memulai menjadi dewasa ku tepat di usia 20 ku walaupun agak terlambat beberapa bulan hehehe.. Inilah insyaallah ujung tombak aku hijrah menjadi wanita muslimah yang sholehah. Aamiin.. 

Teman teman yang baca tulisan ini, aku mau bilang, tujuan ku menulis ini bukan untuk menggurui siapa pun. Bukan juga aku merasa paling sholehah sehingga terkesan menjatuhkan. Bukan menyalahkan yang masih ber " partner " juga. Aku hanya berbagi kisah yang insyaallah bisa dibilang hijrah ku ini. Ternyata menjalani hidupku yang sekarang ini aku lebih tenang dan insyaallah selalu ikhlas. Semoga tulisan ini bermanfaat buat siapa pun yang membacanya. 

Dengan segala kerendahan hati,  aku mohon maaf kalo opini ku salah. Sekali lagi posting an ini bukan untuk menjatuhkan siapapun. Terimakasih. :)

I.M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh