Always Listening Always Understanding

Assalamuallaikum.

Tulisan ini terinspirasi dari percakapan ku bersama salah satu sahabatku tadi siang. Tapi kami beda tempat rantau, dia mahasiswi Universitas Padjajaran, Bandung. Persahabatan kami sejak -kurang lebih- empat tahun lalu dan Alhamdulillah komunikasinya masih berjalan dengan baik walaupun jarak memisahkan kami.

Dia yang anak bungsu dan aku yang anak tunggal dalam keluarga, kami mempunyai salah dua sifat yang sama. Manja dan kekanak-kanakan. Tapi, dengan sifat kami yang seperti itu bukan berarti kami tidak bisa dewasa dan bijak. Alhamdulillah kami tumbuh menjadi dewasa dan -InsyaAllah- bijak secara bersama. Banyak hal yang kami pelajari bersama selama kami mebjalmebjalin hubungan persahabatan ini. Aku juga banyak belajar dari nya.

Selama empat tahun ini, komunikasi kami selalu terjalin dengan baik. Kami sering bertukar kabar maupun cerita baik itu via pesan singkat ataupun aplikasi chat. Topik yang menjadi favorit kami adalah Agama. Tapi soal apapun topiknya, biasanya selalu Agama yang menjadi rujukan terakhirnya.
Tadi siang, sahabatku bercerita soal dirinya yang merasa mulai putus asa dan takut jika suatu saat dia tidak sanggup lagi menanggung tanggung jawabnya saat ini.

Akupun merespon dengan sangat hati-hati, kalimat yang lembut, memotivasi dan tidak berbelit belit. Itu kulakukan agar dia tidak merasa tertekan dan dia termotivasi bahwa masih ada orang yang menantikan dia yang lebih baik di masa depan dari dia yang saat ini. Kukatakan, "...selalu sertakan Allah dalam setiap tindakanmu. Allah memberikan kesulitan kepada kita, karena Allah tahu kita bisa melaluinya. Curhat yang always listening always understanding cuma sama Allah beb, aku cuma perantara yang menyampaikan kebenaran yang aku tahu."

Aku bersyukur dia merespon positif pendapatku. Dia bilang "...aku btuh tmn yg ky bebeb yg selalu mngrti..."

Allah. Satu satunya tempat curhat teraman. Satu satunya tempat curhat yang tidak akan membocorkan curhatan hambanya. Allah always listening always understanding.

"Jarak antara jalan keluar dan masalah hanyalah sejauh kening dan sajadah. Selalu sertakan Allah dalam segala hal. Karena semuanya hanya milik Allah dan Allah maha mengetahui segalanya."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh