CHSI (Catatan Hati Seorang Intan)

Aku bukan wanita suci. Aku hanyalah pendosa. Pendosa yang sedang berupaya, berusaha, dan terus berdoa agar hijrahku di ridhoi oleh Nya. Sedang berupaya, berusaha dan berdoa agar hijrahku bisa menyelamatkan kedua orangtua ku kelak di akhirat, memudahkan kedua orangtua ku untuk memasuki Jannah nya. InsyaAllah. Aamiin..
Assalamuallaikum.
Postingan ini sesuai dengan judulnya, CHSI (Catatan Hati Seorang Intan). Tulisan ini sebagian dari isi hati ku. Lillahita'ala aku tidak bertujuan untuk menyombongkan diri. Aku tidak bermaksud untuk pamer sikap. Aku tidak bermaksud untuk dinilai sebagai wanita yang paling suci. Sudah ku katakan, aku bukan wanita suci. Aku bukan wanita sholihah. Aku bukan wanita yang paham betul agama Islam. Tapi aku sedang berusaha memantaskan diri menjadi wanita suci di hadapan Rabb. Sedang berusaha memantaskan diri menjadi wanita sholihah di hadapan Rabb. Sedang berusaha memahami betul soal agama Islam. Dan aku mencoba membagikan kisahku ini pada kalian, saudaraku.
Tujuan ku menulis ini semata-mata hanya ingin berbagi catatan hati ku dan sebagai tanggapan atas pernyataan salah satu sahabatku beberapa hari lalu. Yang InsyaAllah bisa bermanfaat bagi aku sendiri dan bagi kalian yang membacanya. Aamiin.
¤ Beri pelajaran kepada mereka yang menyakitimu. ¤
Sungguh beruntung aku ini, dipertemukan dengan orang-orang yang sangat menyayangi ku. Mereka wanita. Mereka seorang diri di rantau. Begitu pun aku. Dan yang paling penting kami saling menyayangi. Salah seorang dari mereka pernah berkata.
"Janganlah kamu terlalu lemah. Lawan mereka. Jangan mau dianggap sampah. Kamu tau? Mereka hanya memanfaatkan kepolosanmu. Kebaikan mu. Dan satu lagi, kamu lemah. Tidak pernah melawan. Kamu semakin dihina jika terus menerus seperti itu."
Astaghfirullahaladzim. Aku sungguh terluka mendengar pernyataan itu. Benarkah penilaian nya tentang mereka terhadapku?
Mungkin benar, sesekali harus ku lawan. Otakku berbicara demikian.
Tapi hatiku tidak. Ketika seseorang menyakitimu, jangan kamu balas menyakitinya. Jangan kotori anggota tubuhmu untuk melawan, lisan mu untuk meng ghibah, dan hati mu untuk mendengki. Berdoalah. Mintalah ampunan untuknya dan rasakanlah apa yang Allah berikan untukmu nanti. Begitu hatiku berbicara.
Aku bukan lemah. Hanya saja. Sakit hati ku terobati ketika aku kembali mengingat apa apa yang di katakan hatiku. Yang kuketahui itu dari mempelajari Quran. Rasa sakit ku tidak lebih besar dari rasa takut ku kepada sang Ilahi Rabbi. Aku tidak berani melakukan hal yang serupa seperti apa yang telah orang orang lakukan kepadaku hingga menyakitiku. Dosaku sudah terlalu banyak. Aku tidak mau menambah lagi dosaku dengan melakukan perbuatan yang jelas-jelas Allah larang.
Jikapun benar aku dianggap sampah oleh sebagian dari mereka yang tidak menyukai ku. Biarlah mereka menganggapku seperti itu. Karena hidupku di dunia ini bukan untuk mereka. Semua yang aku lakukan adalah untuk Rabb ku. Setelah hidupku di dunia ini aku akan kembali kepada Nya. Aku tidak merasa terhina dianggap sampah oleh sebagian manusia. Aku lebih merasa terhina jika aku lalai dari apa yang telah Allah perintahkan kepadaku sebagai umatnya. Berbuat kebaikan dengan ikhlas adalah salah satu perintah Nya yang akan ku junjung dalam hidup. InsyaAllah.
¤ Pakaian mu terlalu mencolok. Ekstrim. Nanti orang lain menilai kamu sok suci. ¤
Sudah kukatakan sebelumnya. Aku bukan wanita suci. Aku hanya pendosa. Sebagai pendosa aku merasa sudah terlalu banyak dosa yang ku perbuat. Astaghfirullah.. bagaimana nanti kedua orangtuaku menanggung semua dosa-dosaku. Sungguh aku takut. Aku tidak tega. Di dunia saja aku selalu merepotkan mereka dalam segala hal. Ditambah lagi aku membuat mereka harus menanggung semua dosaku kelak di akhirat. Sungguh durhakanya aku. Aku tidak ingin hal seperti itu. Untuk itu, aku mencoba untuk memperbaiki diriku. Mencoba menyelamatkan kedua orangtuaku di akhirat kelak.
Saudariku, menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Berpakaian syari sama sekali tidak mencolok. Bukan busana ekstrim. Dan bukan untuk dinilai sok suci. Berpakaian syari merupakan anjuran sang khaliq. Berbusana syari InsyaAllah menyalamatkan wanita di dunia dan di akhirat. Sekali lagi aku bukan wanita suci. Aku hanya ingin mentaati apa yang telah Rabb ku perintahkan.
Jadi intinya, lakukan apa yang hatimu katakan. Karena hati yang dekat dengan Allah akan senantiasa berbicara tentang hal kebaikan.
Kedua, jangan takut untuk berhijrah. Sebaik-baik pendosa adalah mereka yang mau bertobat. Begitu hadits yang pernah kubaca. Mulailah sedikit demi sedikit menutup aurat. Jika sudah. Mulailah berani berbusana syari.
Sekali lagi aku katakan, aku bukan wanita suci, bukan wanita sholehah, bukan wanita yang paham betul agama Islam. Aku masih dalam proses memantaskan diri untuk itu semua. Sedikit tulisan ini semoga bermanfaat. InsyaAllah. Aamiin..
I.M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh