Penghapus Pilu, Pelipur Lara
Assalamuallaikum
Alhamdulillah aku bersyukur banget Allah masih memberi kesehatan lahir batin sama kedua orangtua ku. Khususnya mama.
Mama. Mama itu.....
Berjuta kata indah yang pantas mama sanding. Aku pun bingung harus 'melabelkan' kata apa untuk beliau. Subhanallah sekali mama.
Berjuta kata indah yang pantas mama sanding. Aku pun bingung harus 'melabelkan' kata apa untuk beliau. Subhanallah sekali mama.
Memang betul jarak masalah dan solusi hanya sebatas kening dan sajadah. Alhamdulillah aku istiqomah dalam hal itu.
Tapi kita sebagai manusia selain harus habluminallah yang bagus. Hablumminnas juga harus bagus. Salah satunya dengan orang tua terutama mama.
Alhamdulillah sampe detik ini manusia pertama yang selalu aku hubungi baik susah maupun senang ya mama ku.
Sore ini hati lagi lara sekali. Banyak fitnah yang menempel dalam diri ini. Selain itu, akhir akhir ini merada terganggu dengan beberapa tengah orang yang berusaha merusaka keistiqomahanku di jalan Nya. Sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna. Aku sering merasakan gundah. Lara. Pilu. Tetapi setiap hal hal itu kurasakan setelah dirasa cukup bermunajat kepadaNya. Aku selalu menghubungi mama. Subhanallah. Suaranya merdu menyelusup ke relung hati. Sejuk. Menyejukkan hati dan pikiran yang sedang kacau.
Nasihat-nasihat nya sungguh menentramkan jiwa.
"Istiqomah. Tawakal. Selalu berserah diri hanya kepada Allah."
Kalimat itu selalu beliau pesankan kepadaku. Mama istimewa. Mama luar biasa. Bahkan sulit mendeskripsikan sosok mama, saking Subhanallahnya beliau. Mama. Penghapus pilu. Pelipur lara.
I.M
Komentar