Terimakasih Kanda
Tulisan ini terinspirasi dari sebuah gambar yang intan temukan di salah satu sosial media begini bunyinya "wanita berhijab + laki2 yang menundukkan pandangan = Aman"
"Laki2 yang menundukkan pandangan"
Membaca kalimat itu. Intan langsung teringat sosok nya.
Membaca kalimat itu. Intan langsung teringat sosok nya.
Setahun lalu intan di beri kesempatan olehNya untuk mengenal sosoknya. Seorang laki-laki yang sangat religius sebut saja Kanda.
Sejak pertama kali intan bertemu kanda di bandara. Ada ketertarikan sendiri untuk Kanda. Namun tentu sekuat mungkin intan tepis ketertarikan itu kemudian intan ubah untuk bersikap layaknya sebagai adik bagi kanda. Alhamdulillah intan bisa mengontrol rasa ketertarikan itu karena sikap kanda juga yang sangat religius. Intan malu, merasa tidak pantas untuk memiliki ketertarikan kepada kanda laki-laki soleh sedangkan intan, hanya gadis manja yang belum paham betul soal agama. Hehehehe.
Anyway, setahun lalu diri ini masih berada di garis jahiliyah. Berhijab sih hanya saja sikap nya belum sepenuhnya terhijabi. Sekarang? InsyaAllah lebih baik dari setahun lalu. Oke kembali ke topik.
Intan mengenal kanda ini memang sosok yang begitu religius. Tapi intan belum terlalu memahami agama lebih dalam saat itu. Pernah suatu ketika, kami tak sengaja saling bertemu pandang. Dengan sigap kanda langsung menundukkan pandangan nya. Saat itu, intan sedikit jengkel, sempat terfikir "Kanda kenapa sih? Ngga suka sama sikap manja aku kali ya, sampe sebel banget gt ngliat aku. Setiap ketemu pandangan selalu nunduk." Itu pemikiran setahun lalu.
MasyaAllah setahun kemudian (saat ini) intan paham. Laki-laki soleh pasti akan menjaga pandangannya. MasyaAllah..
Fyi, salah satu inspiring for hijrah intan juga kanda. Disadari atau tidak, intan begitu mengagumi sosok nya. Kalem dan soleh. Jadi ada rasa penasaran sendiri tentang segaa hal yang kanda lalukan. Sampai akhirnya Allah meridhoi dan intan diberi keyakinan untuk berhijrah Alhamdulillah.. Tapi tentu lah niat hijrah intan bukan karena kanda. Hanya saja setelah Allah menebarkan hidayah dalam hati intan, intan jadi sedikit demi sedikit paham sikap kanda selama ini. Sikap yang dengan salah nya intan nilai. Astaghfirullah maaf kan intan ya Allah.
Sikap tenang kanda.
Mata yang selalu menunduk ke bawah apalagi jika bertemu tatap dengan lawan jenis.
Suara yang terdengar lembut.
Kebiasaan kanda yang tidak pernah memajang foto dengan wajahnya di sosial media. Intan paham sekarang. Tujusn nya menghindari zina. MasyaAllah. Dan intan pun mengikuti jejak kanda. Alhamdulillah :)
Alhamdulillah. Allah begitu sayang pada intan, mengizinkan intan untuk bertemu dengan kanda. Sosok religius yang sangat menginspirasi.
Intan juga tidak pernah bertemu lagi dengan kanda. Kontak nya intan punya, hanya saja intan terlampau segan untuk memulai bercakap dengan kanda.
Kanda, meskipun intan tidak yakin kanda akan membaca tulisan ini. Tapi ijinkan intan mengucap terimakasih atas inspirasi kanda selama ini. Semoga Allah kembali mengijinkan kita untuk kembali di pertemukan. Salam hangat untuk kanda di pulau sulawesi dari adikmu di pulau jawa.
Komentar