Way to Back
Ketika kekesalan menggumpal dalam dada.
Ketika itu juga saatnya aku kembali.
Kembali kepada Allah ku.
Kembali mengingat Allah ku.
Kembali kepada Allah ku.
Kembali mengingat Allah ku.
Kenapa?
Karena..
Pertama, aku sadar ketika kecewa dan kesal itu singgah di hati, berarti aku lalai.
Aku terlalu menggantung harap kepada mahluk. Kekecewaan itu hadir karena Allah yang mengingatkanku bahwa Dia merindukan aku karena kelalaian ku.
Syukron Allah selalu mengingatkan ku. Hambamu yang penuh khilaf dan lalai.
Pertama, aku sadar ketika kecewa dan kesal itu singgah di hati, berarti aku lalai.
Aku terlalu menggantung harap kepada mahluk. Kekecewaan itu hadir karena Allah yang mengingatkanku bahwa Dia merindukan aku karena kelalaian ku.
Syukron Allah selalu mengingatkan ku. Hambamu yang penuh khilaf dan lalai.
Kedua, aku kembali di tuntut untuk selalu berhusnudzon kepada sesama mahluk. Kekecewaan yang kurasa karena seorang mahluk bukan sepenuhnya salah mereka. Seperti yang sudah ku katakan, mereka mahluk, artinya mereka pun bernafsu. Aku tak bisa memaksakan apa yang menjadi inginku kepada mereka. Selalu husnudzon kepada sesama mahluk akan sedikit mengobati rasa kecewa dan kesal dalam hati.

Komentar