The only child
The first posted on December nih hahaha.. Saat aku menulis ini aku ditemani udara malam yang dingin, karena hujan mengguyur Jakarta sore tadi. Sebenarnya banyak sekali yang mengusik pikiranku. Berbagai ide bermunculan, jemari ku seperti memaksa untuk bermain bersama keyboard laptop. Setelah selesai mengerjakan tugas Akuntansi Biaya dari dosen Akuntansi yang menjadi *bias ku di kampus, Pa Mansyur Nasution dan sekitar 70% mengerjakan tugas Perpajakan Internasional dengan semangat aku membuka blog ku.
Kadang, kebanyakan orang menilai menjadi anak tunggal itu bebas, bebas dalam bertindak tentang segala hal yang diinginkan nya tanpa peduli akan ada adik atau kakak yang akan mengganggu, dan penilaian akhirnya akan menjadi manja, kekanakan dan egois. Penilaian umum para anak sulung ataupun bungsu biasanya seperti itu. Seolah "kami" tak akan pernah bisa untuk menjadi dewasa, atau setidaknya berfikiran dewasa. Hemmmm.. Menilai tentang orang lain memang paling mudah -tanpa menyadari bagaimana dirinya-.
Well, mungkin si tunggal terkadang manja, kekanakan dan egois untuk beberapa hal.
Tapi percayalah, kebanyakan si tunggal akan bersikap seperti itu hanya kepada orang-orang yang bisa menyamankannya, orangtua dan sahabat misalnya.
*dalam dunia fangirl kpop, bias itu member favorit.Dari sekian banyak yang ingin ku bagi, setelah mataku bertemu dashboard blog di layar laptop, satu ingatan tiba-tiba masuk ke otakku. Sebuah pendapat seorang teman mengenai status ku sebagai Si Tunggal. Dan kali ini, cerita soal aku sebagai anak tunggal yang akan ku bagi.
Kadang, kebanyakan orang menilai menjadi anak tunggal itu bebas, bebas dalam bertindak tentang segala hal yang diinginkan nya tanpa peduli akan ada adik atau kakak yang akan mengganggu, dan penilaian akhirnya akan menjadi manja, kekanakan dan egois. Penilaian umum para anak sulung ataupun bungsu biasanya seperti itu. Seolah "kami" tak akan pernah bisa untuk menjadi dewasa, atau setidaknya berfikiran dewasa. Hemmmm.. Menilai tentang orang lain memang paling mudah -tanpa menyadari bagaimana dirinya-.
Well, mungkin si tunggal terkadang manja, kekanakan dan egois untuk beberapa hal.
Tapi percayalah, kebanyakan si tunggal akan bersikap seperti itu hanya kepada orang-orang yang bisa menyamankannya, orangtua dan sahabat misalnya.
Komentar