Doa Menjadi Hamba Yang Senantiasa Menjaga Solat

Bismillah.
Assalamualaikum.
Sampaikanlah walau hanya satu ayat. (HR. Bukhari)
Sebagai seorang muslim, marilah sama-sama saling mengingatkan dalam kebaikan.
Solat merupakan sebuah kewajiban setiap muslim untuk mengerjakannya. Karena solat merupakan perintah Allah. Dan dalam sebuah hadits At-Thabrani juga disebutkan bahwa amalan yang pertama kali dihisab adalah solat.
Namun, sebagai manusia, kadang kita khilaf. Menyepelekan solat.
Apalagi di rundung kesibukan duniawi, Astaghfirullah.
Padahal, percayalah, Allah sudah menyiapkan pengganti yang luar biasa bagi yang meninggalkan urusan dunia untuk melaksanakan solat jika sudah tiba waktunya.
Memiliki keturunan yang senantiasa menjaga solatnya merupakan mimpi banyak muslim dan muslimah tentunya. Siapa yang tak merasa bersyukur memiliki anak cucu yang menjaga Solatnya sejak dini. Iya kan?
Intan pernah baca suatu kisah dari salah satu jejaring sosial. Muslim tersebut seorang Ibu. Beliau bercerita, kalau beliau memilki beberapa orang anak. Dan anak sulungnya sudah duduk di bangku SMA namun masih sulit sekali di suruh untuk solat. Suatu hari beliau menghadiri suatu pengajian kemudian bertanya kepada sang ustadz mengenai hal demikian. Sang ustadz menyarankan untuk membaca qs Ibrahim ayat 40 dalam setiap doanya. Beliau menuruti saran sang ustadz. Setiap selesai solat apapun beliau selalu membaca ayat tersebut. Dan Alhamdulillah dengan kasih sayang Allah, anak sulung beliau menjadi rajin solat bahkan untuk tahajudpun anak sulungnya lah yang sering membangunkan beliau dan suaminya dimalam hari. MasyaAllah.
Tidak ada salahnya juga jika mengamalkan ayat tersebut dalam doa kita. Tapi, tentulah dalam segala doa yang kita panjatkan harus diniatkan karena mengharapkan ridho Allah. Segala hasil yang baik berawal dari niat yang baik. InsyaAllah.
Semoga kita dan anak cucu kita kelak menjadi hamba yang senantiasa menjaga solat dan mentaati segala perintahNya. Aamiin. InsyaAllah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh