Kehidupan Kekal Untuk Emak Baru Dimulai

Assalamualaikum

Innalillahi wainnailahirajiun.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Al-`Ankabūt):57

Selamat menempuh perjalanan panjangmu Emak. Kehidupan kekal mu baru saja dimulai.

Sedih. Kala ku dengar kau terbaring lemah di ruang rawat rumah sakit beberapa minggu lalu.
Gundah. Kala ku dengar kau terus memanggil Almarhumah nenek buyutku (Mama mu) di tengah tidurmu yang tak nyenyak.

Kala itu juga, sudah kupasrahkan segalanya kepada sang maha pemilik kehidupan. Walaupun sempat ku panjatkan doa kepadaNya, agar aku bisa bertemu denganmu sebelum waktu itu tiba. Tapi rupanya Allah lebih sayang kepadamu Emak, Dia memanggilmu karena kasih sayangnya kepada sang hamba yang hanya terbaring lemah. Jangankan untuk menyesap sedikit air. Membuka matapun tidak.

Dan hari itu, sehari sebelum kepergian mu, wajahmu terus saja menari di pikiranku. Aku juga tak kuasa menahan haru ketika malam itu ku hubungi mama dan berkata kau sudah tak sadarkan diri selepas waktu maghrib. Aku khawatir. Ada sedikit rasa takut. Jujur saja. Lalu beberapa jam setelahnya mama mengabarkan kalau Emak sadarkan diri kembali, walaupun masih dengan mata tertutup dan tak bersuara setidaknya kau bisa mengecap sedikit air yang disuapkan. Kurasa aku bisa kembali bernafas lega. Sedikit harapan seolah kembali datang. Dan entah kenapa. Malam itu, malam sebelum kewafatanmu, aku ingin sekali berbincang denganmu. Meskipun ku tahu hanya obrolan sepihak. Tapi aku bersyukur aku sempat mengucapkan kata maaf saat ditelpon malam itu. Bahkan dengan egoisnya aku mengatakan agar kau kuat dan harus sembuh jika aku pulang. Astaghfirullah ketika ku tulis ini, hatiku sesak Mak, aku rindu Emak. Dan dari ke lima cucu mu hanya aku yang tidak melihat wajahmu untuk terakhir kalinya :'(

Dihari kewafatanmu. Mama papa tak bisa dihubungi. Tapi bodohnya, aku tak berfikir tentang hal yang selama beberapa hari mengganggu pikiranku. Atau mungkin aku tak mau menerima kalau ternyata dugaanku tepat? Entahlah. Hingga beberapa hari setelah kau wafat. Keluarga di Indramayu tak mengatakan tentang hal ini dengan alasan tak mau mengganggu konsentrasiku karena UAS. Tapi firasatku terlampau kuat, aku semakin merindukanmu dan ku beranikan diri bertanya kepada mama kemarin malam, dengan sedikit berbohong mama mengalihkan pembicaraan. Itu membuatku semakin yakin. Setelah ku desak, mama baru mau mengatakan kebenarannya. Dan malam ini malam keduaku mengetahui kalau Emak sudah dialam berbeda. Aku sedih.

Ada sedikit penyesalan dalam diri ini. Tidak bisa memenuhi permintaanmu Emak, yang ternyata itu permintaan terakhirmu.
"Nok kapan balike? Ngko baka balik dolan meng emak ya nok, emak kelingan bae sira sirah nok,"

Ya Allah, bahkan suara itu masih sangat kuhapal. Suara itu tegar namun terdengar penuh harapan. Jujur. Aku juga membayangkan ekspresi Emak saat Emak mengatakan hal itu via telpon. Pasti wajahmu berseri-seri saat ku telpon kala itu. Cucumu ini memang jarang sekali pulang kampung. Maaf.. Aku mengabaikan mu Emak.

Aku.. cucu terkecilmu, yang biasa kau sebut anak bawang, dan cucu-cucu lainnya sangat menyayangimu Emak.

Papa dan mama.. sebagai anak dan menantu bontot mu, juga anak-anakmu yang lain sangat menyayangimu Emak.

Semoga Allah terima segala amal ibadah mu. Semoga Allah luaskan kuburmu. Semoga Allah tempatkan dirimu disisiNya yang terbaik. Aamiin.

Catatan ini bukan ratapan ku Emak, ini hanya sebuah kerinduan ku kepadamu. Aku tak akan mengucapkan selamat jalan, apalagi selamat tinggal untukmu Emak. Karena bagiku Emak tetap hidup dan akan selalu hidup dalam hati dan kehidupanku. Selamat menempuh perjalanan menuju kehidupan yang kekal Emak. I love you. We love you♥

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh