D-15

Pagi mulai menyapa. Cerah sekali pagi ini. Ramainya kota yang super sibuk ini menjadi teman akrabku. Bising suara kendaraan. Sudah bersahabat dengan indra pendengaranku. Maklum. Kost tempat tinggalku hanya berjarak beberapa meter dari jalan raya.
Suduh pukul delapan lebih tigapuluh menit, aku masih enggan membersihkan tubuh. Padahal aku sudah buat janji dengan temanku. Lebih tepatnya dia memintaku untuk menemaninya pergi.
Aku masih diam diatas kasur beralas tikar ini. Memperhatikan langit-langit kamarku. Tak ada yang kupikirkan. Well. Sedikit rasa khawatir mengganggu hati ku. Aku tidak bisa tenang jika sudah teringat hal itu. Ku raih ponsel ku. Ku lihat tool kalender. Kalender ponselku sudah penuh warna. Aku menandai kegiatan efektif selama dikampus.
"Tersisa tiga hari Vi, persiapan mu masih sangat kurang." Aku bermonolog.
Kemudian kembali meletakkan ponselku sembarangan. Mataku kembali memperhatikan langit-langit kamar. Aku merapalkan beberapa doa, maksud hati untuk meminta kepada sang Ilahi Rabbi agar semangatku dikembalikan.
Aku memejamkan mata, "SEMANGAT!!" Aku berteriak membangkitkan semangat, memang tak terlalu kencang, takut jika tetangga samping kamar ku merasa terganggu.
Jujur saja, semakin mendekati deadline jadwal UAS aku justru seperti tak peduli, mood ku benar-benar hilang, padahal aku tipe orang yang tidak bisa tenang jika menyangkut hal-hal yang menurutku penting. Selalu panik. Tapi saat ini, aku santai. Aku rindu rumah. Ingin pulang.
Aku merubah posisi ku sedikit miring kearah samping, ku raih lagi ponselku. Ku buka kembali tool kalender.
"D min limabelas, sabar ya Vi, hanya tinggal limabelas hari lagi disini, dan kamu akan pulang."
Aku tersenyum mencoba membahagiakan hatiku.
Tanganku membuka tool galeri, aku kembali membuka foto-fotoku bersama kedua orangtua.
"Sabar ya Vi, selama proses menunggu waktu itu, sibukkan diri dengan belajar Vi, UAS di depan mata. Kalau jenuh bolehlah kau berselancar di blog atau grup menulismu." Kataku masih bermonolog.
Aku letakkan kembali ponselku sembarang, aku bangkit dari kasurku, mengambil sapu dan menyapu lantai kamarku, setelah itu bergegas mandi.


Selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh