Perayaan Tahun Baru = Suka Cita Atas Bumi Kita Yang Renta (?)
Bismillah..
Assalamualaikum..
Merayakan pergantian tahun haruskah dengan petasan dan kembang api yang berdentum seperti bom?
Aku bukan seorang kritikus, aku juga tidak bermaksud mengkritik, aku hanya ingin memaparkan beberapa opini ku sebagai generasi muda yang mencoba memahami kehidupan dan mencintai bumi kita yang renta.
Pergantian tahun, berarti bumi kita menjadi semakin tua dan renta.
Dengan merayakan nya tidakkah itu seperti mengucapkan selamat atas 'ketuaan dan kerentaan nya'?
Jika disadari, lalu ini kah cara terbaiknya menurut 'kalian'?
Dengan hal-hal yang seolah 'lazim' di masyarakat dunia, yaitu menyalakan petasan kembang api yang berdentum ke angkasa? Tidakkah itu sama saja menyumbangkan 'penyakit' ke bumi kita yang tua ini?
Allah memberikan segala kenikmatan yang ada di bumi ini untuk dijaga dan dilestarikan, bukan untuk di hancurkan perlahan-lahan.
Aku suka bunyi kalimat berikut, ''lindungilah dan lestarikanlah apa yang ada di bumi ini, karena bumi ini titipan anak cucu kita, bukan warisan dari kita''.
Tahun baru masehi, tahun barunya siapa?
Dilihat dari pandangan Islam, perayaan tahun baru kita sebagai muslim yaitu ketika tahun baru Hijriyah, ironisnya, perayaan tahun baru Hijriyah tak pernah semeriah perayaan tahun baru masehi. Hati-hati, jangan mau terjebak dengan pemikiran yang salah karena mengikuti tren.
Dan tidakkah kalian sadari, saudara muslim kita di negara konflik ketakutan mendengar suara dentuman hebat setiap harinya karena serangan yahudi. Sementara kita disini, Allah lindungi dari hal-hal menakutkan semacam itu, tapi justru menciptakan kerusakan sendiri dengan euforia suka cita, innalillahi..
Sedikit opiniku, sebagai generasi yang mulai mencoba peduli dengan bumi tercinta, dan sebagai seorang muslim yang peduli untuk mengingatkan. Ingat! Kita muslim sedulur, berarti wajib saling mengingatkan dalam kebaikan.
InsyaAllah bermanfaat.
Jakarta, 1 Januari 2016
Assalamualaikum..
Merayakan pergantian tahun haruskah dengan petasan dan kembang api yang berdentum seperti bom?
Aku bukan seorang kritikus, aku juga tidak bermaksud mengkritik, aku hanya ingin memaparkan beberapa opini ku sebagai generasi muda yang mencoba memahami kehidupan dan mencintai bumi kita yang renta.
Pergantian tahun, berarti bumi kita menjadi semakin tua dan renta.
Dengan merayakan nya tidakkah itu seperti mengucapkan selamat atas 'ketuaan dan kerentaan nya'?
Jika disadari, lalu ini kah cara terbaiknya menurut 'kalian'?
Dengan hal-hal yang seolah 'lazim' di masyarakat dunia, yaitu menyalakan petasan kembang api yang berdentum ke angkasa? Tidakkah itu sama saja menyumbangkan 'penyakit' ke bumi kita yang tua ini?
Allah memberikan segala kenikmatan yang ada di bumi ini untuk dijaga dan dilestarikan, bukan untuk di hancurkan perlahan-lahan.
Aku suka bunyi kalimat berikut, ''lindungilah dan lestarikanlah apa yang ada di bumi ini, karena bumi ini titipan anak cucu kita, bukan warisan dari kita''.
Tahun baru masehi, tahun barunya siapa?
Dilihat dari pandangan Islam, perayaan tahun baru kita sebagai muslim yaitu ketika tahun baru Hijriyah, ironisnya, perayaan tahun baru Hijriyah tak pernah semeriah perayaan tahun baru masehi. Hati-hati, jangan mau terjebak dengan pemikiran yang salah karena mengikuti tren.
Dan tidakkah kalian sadari, saudara muslim kita di negara konflik ketakutan mendengar suara dentuman hebat setiap harinya karena serangan yahudi. Sementara kita disini, Allah lindungi dari hal-hal menakutkan semacam itu, tapi justru menciptakan kerusakan sendiri dengan euforia suka cita, innalillahi..
Sedikit opiniku, sebagai generasi yang mulai mencoba peduli dengan bumi tercinta, dan sebagai seorang muslim yang peduli untuk mengingatkan. Ingat! Kita muslim sedulur, berarti wajib saling mengingatkan dalam kebaikan.
InsyaAllah bermanfaat.
Jakarta, 1 Januari 2016
Komentar