On Rainy Day


Dear, malam ini hujan deras sekali mengguyur bumi. Kau tahu? Hatiku sakit setiap melihat tetesannya jatuh membasahi tanah. Lukaku seolah kembali basah setiap kali hujan turun. Tapi aku tetap mencintainya, sangat mencintai. Bahkan aku masih sering duduk di depan jendela dan menikmati setiap tetes yang membasahi kacanya kala hujan turun seperti malam ini. Ya, seiring menikmati derasnya suara gemirick hujan, aku juga menikmati perihnya lukaku yang kembali basah. Syukurlah kau tidak melihatku saat ini, jika kau melihatku mungkin kau akan takut, aku tengah tersenyum menikmati tetes air hujan namun air mataku juga menetes tak terbendung. Dear, Sepertinya logikaku kembali terganggu.
Mama!”
Oh dengarlah, itu suara putramu berteriak manja memanggilku. Pantas, sudah pukul sepuluh malam. Ia pasti menagih dongeng sebelum tidur. Kau tahu? Dia sangat pintar dan lucu.
Dear, bagiku, selalu terselip kenangan manis setiap kali turun hujan, tapi itu sebelum tujuh tahun lalu. Sebelum aku seorang diri menatap jendela ketika hujan, sebelum senyumku berubah menjadi tangis pilu ketika hujan. Ya, tujuh tahun lalu kau meninggalkan kenangan pahit tentang hujan. Aku melihat dari layar besar diruangan itu ketika mobilmu tergelincir dan bertabrakan lalu terbakar, mungkin putramu juga melihatnya kala itu. Ah, aku masih sangat hapal setiap kronologinya dan aku tak kuasa membendung air mataku setiap mengingatnya.
Ku ingat, kala itu aku melarangmu untuk turun sirkuit, tapi kau meyakinkanku kalau itu pertandingan terakhirmu dan kau akan terus menemaniku dirumah sambil menunggu kelahirannya. Aku tak menyangka, pertandingan mu malam itu memang menjadi pertandingan terakhirmu untuk selamanya. Oh ya, putramu, dia lahir tepat enam bulan setelah kepergianmu dan dia menjadi pelipur piluku kala itu hingga saat ini.
Dear, kau tak perlu khawatir dia tak mengenalmu, dia sangat mengidolakanmu. Bahkan setiap kali ku tanya cita-citanya kelak, ia selalu menjawab ingin menjadi pembalap sepertimu. Jika kau lihat kamarnya, kau akan menemukan banyak sekali poster mobil dan motor balap menghiasi setiap sisi dindingnya. Katanya, ia ingin menjadi pembalap supaya membuatmu bangga disana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh