Jatuh Hati

Sejujurnya aku sudah terbiasa dengan sepi, bertahun lamanya. Aku pernah berpikir, tak berniat membuka diri hingga saatnya tiba. Namun semua itu hilang, seperti kata yang kutulis diatas pasir pantai lalu tersapu ombak. Seperti kepulan uap dari semangkuk ramen lalu menyatu dengan udara.

Aku memang seorang yang pandai menyimpan rahasia. Namun tidak soal rasa. Seulas senyum, sepatah kata dan sebaris pesan singkat membuktikan itu.

Awalnya aku tak peduli, kupikir itu hanya sebuah kekaguman semata. Kekaguman seorang pria kepada wanita diatas usianya. Hingga kau menyentuh bagian hatiku yang tersembunyi. Membuatnya candu, dan aku terhanyut.

Perlahan ku rasakan aku jatuh hati. Kepada sikapmu, kepada kepribadianmu, kepada.. Ah entahlah. Aku tak berani mengakuinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Daily] 1

Jomblo Prinsip

Rapuh